Selasa, 27 Maret 2012

Cantik yang Menyiksa Wanita


Menjadi cantik adalah dambaan setiap wanita karena fitrah wanita memang menyukai kecantikan dan keindahan. Untuk mendapatkan pengakuan “cantik” ini banyak wanita yang kemudian menyiksa diri. Contohnya, seperti wanita pada zaman Dinasty Ming yang harus rela dipatahkan jari-jari kakinya demi mendapatkan kaki berukuran kecil. Beda lagi dengan penduduk Mongolia dan Tibet yang menganggap wanita cantik adalah yang berleher jenjang. Semakin panjang leher semakin cantiklah dia. Oleh karena itu, wanita di sana rela mengisi lehernya dengan banyak kalung timah yang mengikat erat di leher mereka sejak kecil. Semakin bertambah usia, jumlah kalung di leher mereka pun semakin bertambah sehingga membuat leher seolah tertarik ke atas.
Sampai saat ini pun masih terus ada wanita-wanita yang rela menyakiti dirinya demi tampil cantik. Naomi Wolf, penulis buku Mitos Kecantikan Kala Kecantikan Menindas Wanita, menuliskan dalam bukunya itu tentang banyaknya kaum wanita di Amerika, khususnya remaja, yang menderita Bulimia dan Aneroxia sebagai korban “mitos kecantikan” yang setiap hari disuguhkan kepada masyarakat lewat berbagai media. Anorexia Bulimia adalah gangguan makan yang dapat berdampak besar pada tubuh. Anorexia Bulimia dapat menyebabkan cedera pada esofagus (tabung yang menghubungkan mulut dan lambung) karena siklus berulang-ulang muntah. Pemujaan terhadap berat badan ini membuat banyak wanita menyakiti diri mereka dengan melakukan diet ketat hingga membuat mereka fobia terhadap makanan.
Demi mengejar “citra kecantikan” ini, ada sebagian wanita yang sampai merelakan tubuhnya menjadi bahan kreativitas para dokter di atas meja operasi plastik dan bedah kosmetik. Serangan kecantikan yang bertubi-tubi terhadap kaum wanita menimbulkan kekerasan hak asasi terhadap tubuh wanita. Kaum wanita tidak memiliki kebebasan untuk merasa nyaman dan jujur dengan tubuhnya. Meskipun gerakan feminisme pada awal 1970 berhasil meraih hak-hak hukum dan reproduksi bagi wanita, juga untuk mendapatkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tetapi ternyata kaum wanita masih terbelenggu dengan citra kecantikan. Mitos kecantikan selama ini telah digunakan sebagai senjata politik untuk menghambat kemajuan kaum wanita dengan menyebut sebagai “citra kecantikan wanita”. Setiap hari kaum wanita diyakinkan dengan mitos-mitos kecantikan yang semakin menjerumuskan kaum wanita dalam jurang pemujaan terhadap kecantikan. Sebuah pemujaan yang pada akhirnya menyakiti fisik wanita sekaligus menyerang psikisnya.
Setelah melalui kesakitan dan penderitaan demi menjadi “cantik”, apakah masalah mereka selesai? Ternyata tidak. Pada bab terakhir bukunya, Naomi Wolf menuliskan, “Setelah melampaui mitos kecantikan, wanita tetap akan disalahkan karena penampilan mereka. Wanita akan disalahkan oleh siapa saja yang merasa perlu untuk menyalahkan mereka. Wanita “cantik” tetap tidak menang di atas mitos kecantikan”.
Yah, berbicara tentang kecantikan wanita sepertinya tidak akan pernah selesai hingga berakhirnya dunia ini. Ketika membahas kecantikan wanita, satu pertanyaan yang muncul adalah, untuk siapa kecantikan wanita dan menurut siapa? Wanita selama ini selalu diposisikan sebagai makhluk yang dilihat dan dinilai oleh pria. Stereotip-stereotip (pencitraan) tentang wanita diciptakan untuk semakin dekat dengan mitos kecantikan sehingga wanita hanya punya dua pilihan, memiliki pikiran atau memiliki kecantikan. Mau menjadi wanita pintar tapi tidak cantik atau wanita cantik tapi bodoh. Kondisi ini seperti membuat kotak tersendiri. Hanya beberapa wanita saja yang tetap sadar dan berupaya keluar dari kotak yang telah dibangun untuk mengurung mereka. Pada para wanita inilah makhluk di dunia berlutut dalam ketakutan dan kekaguman. Hanya cinta sejati yang dapat menyamakan kedudukan mereka dengan kesempurnaan ini.
Seperti Apakah Kecantikan Hakiki?
Melihat realita bahwa standar cantik ternyata berbeda-beda di setiap wilayah dan akan berubah-ubah seiring waktu, haruskah kita mengikuti trend cantik? Masihkah ingin mengejar “kecantikan” sedangkan sulit menentukan standar “keindahan objektif” ketika nilai-nilai keindahan terus berubah? Kalau tubuh kita sakit, kita wajib mengobati tubuh kita. Kalau tubuh kita kotor, bau, dan berkeringat, wajib dibersihkan karena kebersihan adalah ruh kecantikan. Akan tetapi, kalau kita dianggap tidak cantik, haruskah wajah dan tubuh kita dipermak? Apalagi kalau proses menjadi cantik itu kemudian malah menyiksa diri kita. Jangan sampai kita mengorbankan kesehatan demi “keindahan” yang mungkin dianggap membantu menarik hati lawan jenis.
Seberapa pentingkah kecantikan fisik ini dibandingkan dengan faktor lainnya? Jangan sampai kecantikan fisik ini membuat kita menafikkan sumber kecantikan lain yang kita miliki, yaitu kecantikan jiwa dan hati serta kecantikan akal dan pikiran.
Mengenai hal ini, Andrew Ho, juri sebuah ajang pemilihan ratu kecantikan Miss Chinese Cosmo Pageant 2005 mengatakan, “Penampilan memang penting agar seorang wanita terlihat rapi, cantik, dan menarik. Namun, ada karakteristik lain yang lebih penting, yaitu selalu berpikiran positif, memiliki cinta dan kasih sayang baik terhadap diri sendiri maupun kepada orang sekitar, memiliki kedamaian spiritual untuk menemukan harapan baru, optimisme, dan kebahagiaan hakiki. Kecantikan yang berasal dari kemurnian hati dan jiwa lebih mudah menjadi pusat kekaguman banyak orang. Semakin banyak cinta yang Anda pancarkan tanpa syarat, semakin tinggi aura kecantikan yang Anda miliki.
Hal ini selaras dengan pernyataan Ibnu Abbas, “Sesungguhnya amal kebaikan itu akan memancarkan cahaya di dalam hati, membersitkan sinar pada wajah, kekuatan pada tubuh, kelimpahan dalam rezeki, dan menumbuhkan rasa cinta di hati manusia kepadanya. Sesungguhnya, amal kejahatan itu akan menggelapkan hati, menyuramkan wajah, melemahkan badan, mengurangi rezeki, dan menimbulkan rasa benci di hati manusia kepadanya.” (Tafsir Ibnu Katsir).
Rasulullah Saw. pun pernah menyebutkan pentingnya kecantikan hati dalam sabdanya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat fisik kalian dan rupa kalian, tetapi Allah melihat hati kalian.” (HR Muslim)
Olek karena itulah, Islam memandang puncak kecantikan wanita berbanding lurus dengan tingkat ketundukan dan kepasrahannya kepada Allah Swt. karena kecantikan hakiki dan ideal adalah kecantikan yang bersumber pada dimensi ilahiah (hati). Bahkan, hati inilah yang akan menjadi penentu keselamatan seorang hamba ketika menghadap Allah kelak, seperti firman Allah Swt. berikut ini.
(Yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. Asy-syuaraa, 26:88-89)
Semua ini menunjukkan keunggulan kecantikan jiwa dan hati dibanding kecantikan lain. Mengapa demikian? Karena inilah kecantikan yang hakiki. Kecantikan jiwa dan hati akan abadi dan tidak akan lapuk dimakan usia. Kecantikan jiwa tidak hanya dapat dilihat dengan mata kepala kita melalui pancaran keikhlasan jiwa pemiliknya, tetapi juga dapat dirasakan dengan mata hati kita.
Sedangkan kecantikan akal dan pikiran akan membuat pemiliknya cerdas, kreatif, inovatif, mampu mengaplikasikan pemikiran dengan benar, bijak dalam mengambil keputusan, dan tepat dalam bertindak.
Idealnya, kita bisa memiliki ketiga kecantikan, baik kecantikan jiwa, akal, dan fisik. Namun, kalau toh tidak bisa memiliki ketiganya, setidaknya kita bisa mengusahakan untuk memiliki dua kecantikan, yaitu kecantikan jiwa dan akal. Seandainya kedua kecantikan ini pun masih sulit kita miliki, berusahalah menjadi wanita yang dipenuhi dengan kecantikan hati dan jiwa.
Namun, realita yang kita hadapi sekarang terlanjur menuntut wanita untuk cantik sepenuhnya secara fisik. Propaganda media telah menempatkan kata “cantik” pada tempat yang salah sehingga banyak yang melalaikan hakikat cantik yang sesungguhnya. Akibatnya, kaum wanita kini disibukkan dengan memoles kulit luar tanpa peduli pada hati mereka yang kian gersang.
Seperti yang terjadi dengan pasangan Faris dan Farah. Bisa jadi mereka adalah korban propaganda citra kecantikan yang banyak didengungkan oleh berbagai media bahwa cantik berarti bertubuh langsing dan seksi. Faris pun merasa malu ketika memiliki istri yang bertubuh subur, apalagi kalau harus mengajak istrinya pergi bersama ke acara-acara yang melibatkan rekan-rekan kantornya. Farah kemudian menjadi korban yang menderita baik lahir maupun batin. Secara fisik dia terus melakukan upaya diet demi mencapai standar langsing dan seksi dambaan suaminya, satu hal yang tidak mudah dan membutuhkan pengorbanan tersendiri dengan merasakan sakit akibat proses diet ini. Di sisi lain dia menderita pula secara batin dengan dipolygami oleh suaminya.
Istri memang memiliki kewajiban untuk tampil cantik hanya di hadapan suami, bukan di hadapan pria lain. Dia harus bisa mematut diri agar tampil segar dan bersih di depan suami sehingga suami merasa senang dan tidak kehilangan gairahnya terhadap istri. Meski demikian, bukan berarti seorang istri harus habis-habisan mengubah penampilan dengan menyiksa diri, apalagi kalau sampai mengubah ciptaan Allah yang jelas-jelas dilarang oleh Allah.
Di sinilah pentingnya memahami hakikat kecantikan. Kesadaran untuk memahami “hakikat kecantikan” yang sesungguhnya bukan hanya harus dimiliki oleh seorang wanita, tetapi juga harus datang dari kaum pria. Kalau wanita ingin menampilkan kecantikan hati dan jiwanya sehingga sibuk menebar kebaikan dan cinta di sekitarnya-yang mungkin kadang melalaikannya untuk mempercantik diri secara fisik-tetapi dari pihak lawan jenis tetap menuntut wanita tampil cantik secara fisik, tentu tidak akan ada titik temu.
Memenuhi dua standar kecantikan sekaligus tidak mudah, meski bukan berarti harus menafikkan salah satunya. Akan tetapi, seharusnya kaum pria pun menyadari untuk melihat wanita bukan hanya sebatas fisik, sehingga kaum wanita dapat berkembang optimal potensi dirinya tanpa dibayang-bayangi dengan tuntutan fisik yang berlebihan.
Biarkan kaum wanita merdeka atas diri dan tubuhnya, bebas menjadi dirinya bukan hanya sebatas fisik. Apalagi banyak tanggung jawab yang diemban kaum wanita selain hanya mempercantik diri secara fisik. Kaum wanita bisa meraih karier terbaik sesuai potensi dirinya, bisa menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya, bisa menjadi istri yang setia dan taat kepada suaminya, bahkan menjadi single fighter sekalipun ketika harus menjadi janda, dan masih banyak hal lain yang bisa dilakukan baik untuk diri sendiri, keluarga, dan lingkungannya. Wallahua’lam.

Sumber : klik disini

Inilah Arti Kecantikan Sejati Yang Selama Ini Salah!


Pernahkan anda mendengar sebuah ungkapan tentang arti dari kecantikan, bahwa cantik itu tidak harus menyiksa? Kecantikan sejati ada dalam diri dan hati setiap manusia.

Ya, Mungkin itulah pengertian cantik yang sebenernya, banyak orang yang rela menyiksa dirinya demi mendapatkan sebuah predikat cantik dengan cara melakukan operasi plastik berulang kali di seluruh bagian tubuh yang dirasa kurang, atau dengan segala macam perawatan dan obat dengan bahan kimia yang jelas-jelas berbahaya.

Mungkin belakangan ini pengertian cantik sejati telah dikaburkan oleh liberalisasi industi, Industri kosmetik dan perawatan tubuh menggeser pemahaman seseorang tentang arti kecantikan yang sebenarnya, bahwa insan yang cantik adalah yang mempunyai kulit putih dan cerah tidak punya noda hitam ataupun bebas jerawat barang sedikitpun. Semua itu bertujuan untuk kepentingan marketing demi memasarkan produk yang mereka jual

Arti kecantikan sejati tidaklah cukup hanya yang telihat dari penampilan fisik seseorang terlepas apakah orang itu berkulit putih dan cerah ataupun selalu up to date dengan tren fashion terbaru. Tetapi kecantikan sejatinya ada dalam diri setiap manusia, tersimpan dan dibawa sejak lahir, maka tidaklah salah banyak orang yang berkata kecantikan hati dapat mengalahan kecantikan fisik dari seseorang.

Jadi siapapun anda tetap bisa tampil penuh keindahan tanpa harus tersiksa dengan berbagai macam perawatan dan kebutuhan. Mulailah dengan memiliki pengertian di bawah ini :

Tak ada yang sempurna

Jangan jadikan model sebagai Role Model. Tak ada definisi atau ukuran tertentu mengenai standarisasi kecantikan. Tak perlu bersusah payah untuk meniru gaya mereka karena apa yang mereka lakukan belum tentu cocok untuk anda. Orang yang hanya ikut-ikutan trend fashion tanpa mengerti kebutuhan dan kecocokan dengan dirinya sendiri, tak akan pernah bisa memunculkan pesona dirinya dengan baik.

Jangan terlalu fokus dengan diri sendiri

Saat anda terlalu fokus pada diri sendiri. Anda akan menjadi orang yang terlalu peduli pada hal-hal kecil dan gemar mengkritik diri sendiri. Daripada hanya meributkan diri sendiri, belajarlah mendekati orang lain dan buat mereka merasa menarik diri dan diingini. Dengan lebih memprhatikan orang lain ketimbang diri sendiri. Anda akan menjadi sosok yang lebih menyanangkan. Anda juga akan berhenti menghakinmi diri sendiri, dan rasa percaya diri anda tidak akan terkikis.

Ubah pola pikir

Berhati-hatilah dengan pikiran buruk tentang diri sendiri. Daripada berpikir ‘tubuhku besar’, ‘pahaku berlemak’, lebih baik ganti pikiran anda dengan kata-kata lebih netral dan positif, seprti ‘tubuhku sehat’ atau, ‘kakiku berotot’. Jangan bosan untuk menggali sisi potsitif dari diri anda. Berpikir positif sangat berguna untuk menjaga mood anda tetap baik. Carri tahu, mengapa orang-orang menyukai anda. Mungkin karena pribadi anda yang hangat dan menarik, mungkin karena kemampuan anda menghargai orang lain. Karakteristik positif semacam ini menjadi daya tarik yang bersifat jangka panjang ketimbang daya tarik hanya diukur dari penampilan fisik.



Saat anda berhenti ‘jaga image’ atau ‘berusaha keras menjadi orang lain’, maka anda akan lebih membuka diri anda apa adanya, sehingga anda akan lebih mudah didekati dan diajak bicara. Karena orang akan mendekati bukan karena seberapa cantiknya anda, tetapi seberapa mudah anda untuk membuka diri untuk didekati.

Jangan takut tua

Jangan pernah takut dengan bertambahnya usia. Setiap usia menyimpan kecantikan dan pesonanya masing-masing.

Bahagia dengan diri sendiri

Orang yang cantik secara fisik belum tentu lebih bahagia dibanding orang yang kurang cantik secara fisik. Kuncinya : perasaan optimis, harapan, hubungan yang saling mengasihi, dan memiliki tujuan hidup, adalah hal-hal yang lebih mempengaruhi kebahagiaan anda ketimbang penampilan fisik semata.

Kembangkan potensi

Tiap orang diciptakan dengan kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Jadi, daripada hanya memusingkan kelemahan, lebih baik gali potensi diri. Jangan ragu untuk minta masukan teman, kerabat, agar anda lebih menganali kelebihan anda. Jangan malas untuk menambah wawasan. Orang yang cerdas dan luas wawasan akan sealu tanggap dengan hal-hal yang sedang diperbincangkan oleh lawan bicaranya. Intelektualitas menjadi salah satu tolak ukur kecantikan dalam diri yang dimiliki seseorang.

Cari pengakuan diri

Tiap manusia butuh pengakuan. Namun predikat baik tentu saja tidak semata mengarah pada paras yang ayu atau postur tubuh tinggi dan tegap. Pengakuan lewat prestasi dan kontribusi anda terhadap masyarakat juga bisa membuat orang lain menghormati dan mengakui anda.

Sayangi diri anda

Kesibukan bukan alasan untuk merawat diri, Kalau anda ingin dihargai orang lain, belajarlah menghargai diri sendiri. Tak usah mengenakan pakaian bermerk desainer terkenal untuk tampil fashionable, yang penting bersih dan sesuai situasi dan kondisi. Perawatan tubuh dan kulit tidak perlu memaksakan agar kulit menjadi putih dan cerah, sesuaikan warna kulit anda agar terlihat lebih bersih dan terawat, cobalah dengan mulai memakai perawatan alami, karena ternyata alam telah menyediakan semua yang dibutuhkan oleh tubuh kita. selain itu rawatlah diri dari dalam seperti menjaga pola makan sehat dan olahraga. Orang yang rutin berolahraga pasti lebih bersemangat dan ceria dibanding orang yang tak pernah berolahraega. 

Sumber : klik disini

Tips Cara Menemukan Ide Kreatif dalam Berbisnis

 Ide kreatif yaitu merupakan hal yang sangat diperlukan untuk dapat bertahan atau bahkan mengalahkan saingan kita. Sebuah ide tidak perlu adalah penemuan besar seperti rumus relativitas einstein. Cukup dengan hal sederhana yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.

Masih ingat kisah sukses yang diraih oleh perusahaan teh sosro. Sang pemilik hanya memiliki ide sederhana yaitu menjual minuman dalam kemasan botol. Tapi inilah yang disebut kreatif, hal sederhana yang membuat usaha sosro menjadi BESAR.

Masih banyak kok contoh lain, staples, benar kan? Lalu, bagaimana cara menemukan ide usaha tersebut?

Memang sih bintang sendiri bukanlah orang yang sangat kreatif. Tapi bintang tahu setiap orang ditakdirkan untuk menjadi kreatif termasuk anda. Menurut bintang untuk memiliki ide kreatif adalah sesuatu yang belum penah dilakukan oleh orang lain dan dianggap berguna?

Semua orang dapat memikirkan apa yang belum pernah dilakukan orang lain, tapi untuk memikirkan itu berguna atau tidak. Itulah kesulitan tersendiri.

Berikut adalah Tips Cara Menemukan Ide Kreatif dalam Berbisnis :

1. Ide usaha kreatif anda bisa dimulai melalui apa yang kita sukai atau hobi yang kita tekuni. Saya rasa semua orang didunia ini memiliki hobi (sesuatu hal yang paling disenangi) hampir musatahi jika tidak ada walaupun hobi seseorang itu hanya sampai sebatas tidur.
Jika anda mengerjakan suatu usaha yang dasarnya dari hobi pasti akan maju, karena anda akan menjalankan usaha tersebut dengan hati dan ketulusan bukan dari keterpaksaan. sekarang saatnya fikirkan Apa yang paling anda sukai dan segeralah jadikan sebagai Ide usaha anda.

2. Gairah / Minat Anda

Gairah di dalam pengertian ini bukan berarti menjadi fanatik terhadap produk atau layanan Anda. Namun, hal ini berarti memiliki minat pada apa yang Anda lakukan. Anda lebih sering menghabiskan waktu selama 15-18 jam sehari bekerja mengurusi bisnis Anda pada saat permulaan--biasanya untuk 12 hingga 18 bulan pertama (lebih terasa seperti 2 tahun dalam kondisi ekonomi seperti sekarang ini). Anda harus terus menerus berpikir tentang cara-cara untuk meningkatkan dan menumbuhkan bisnis Anda serta keluar untuk mempublikasikannya di mana pun, dan kepada siapa pun. Jika Anda akhirnya memulai sebuah usaha yang Anda tidak minati, sesuatu yang tidak membuat Anda bersemangat di pagi hari, maka akan sangat sulit untuk mencurahkan waktu dan energi anda untuk berhasil, sehingga itu tidak bisa dianggap sebagai ide bisnis yang sempurna.

3. Kenali diri Anda Sendiri

Kenali kelebihan dan kelemahan Anda. Ketahui bahwa Anda siap,mau, dan mampu untuk melakukan apa yang diperlukan dalam membuat usaha Anda berhasil. Saya hingga kini sudah bekerja dengan banyak pemilik usaha di masa lalu yang berpikir bahwa satu-satunya hal yang mereka perlu lakukan ialah memasang papan nama mereka dan selesai sudah.

Oleh karena itu, saat berhubungan dengan pengelolaan bisnis sehari-hari, mereka tidak bersedia untuk menginvestasikan waktu, energi, atau uang yang diperlukan untuk keberhasilan. Maka dari itu, ketahui seberapa kerasnya Anda mau bekerja.

Selain itu, ketahui pula situasi keuangan pribadi Anda dan apa yang bisnis Anda hasilkan untuk menopang gaya hidup Anda. Jika Anda pikir bisnis Anda akan menghasilkan uang yang banyak dari hari pertama, maka Anda salah.

Dan jika Anda ingin bisnis Anda menghasilkan banyak uang, itu bukan bisnis yang tepat untuk Anda. Singkirkan hal-hal yang mengganggu konsentrasi dari luar seperti situasi keuangan pribadi Anda--lakukanlah secara berurutan--Anda akan dapat untuk memusatkan perhatian hanya pada konsepsi dan pertumbuhannya. Pada akhirnya, akan memberikan anda keamanan keuangan yang Anda idamkan--itu akan menjadi ide bisnis yang sempurna.

Apapun tingkatan keinginan Anda terhadap bisnis Anda--sebuah gaya hidup ibu-ibu dan operasi pop atau sebuah konglomerat multinasional--apabila Anda mengembangkan sebuah ide bisnis dengan lima konsep ini dalam benak Anda--ide Anda akan menjadi ide bisnis yang sempurna bagi Anda.

4. Tips Cara Menemukan Ide Kreatif dalam Berbisnis ">Cari keunikan-keunikan yang anda tau atau bila perlu pelajari
Contoh nyata, teman-teman saya membuat kaos-kaos unik dengan kata-kata yang penuh motivasi. Kaos tersebut memang biasa saja kalau dilihat sepintas, tapi karena ada keunikannya dengan kata-kata yang penuh inovasinya, bisa menambah nilai jual. Tentunya keuntungan bisa jauh lebih besar dengan keunikan yang mereka jual.

5. Keinginan yang mendalam untuk Bisa sukses.
Mungkin anda perlu membaca bukunya pa Bob Sadino "Pintar vs Bodoh ala Bob Sadino" dari sini anda akan menemukan dan menumbuhkan Ide usaha yang cocok untuk dijalani dan bagaimana cara menjalankannya, karena salah satu munculnya Ide usaha yang akan mebawa ke arah kesuksesan adalah dari keinginan dan kesungguhan diri kita untuk sukses.

Ingat Modal untuk sukses adalah 80% berada pada diri pribadi dan 20% berada dari luar itu termasuk salah satunya dana, tetapi bagi orang yang ingin maju akan mengolah yang 80% terlebih dahulu kemudian sisanya, sabagai salah satu contoh yang sudah terbukti adalah Om Bob Sadino, Al-Ma'soem, dan masih banyak lagi... Untuk itu peliharalah selalu SPIRIT untuk maju jangan pernah menyerah dengan keadaan karena sesulit apapun pasti akan ada jalan keluar

Semoga Tips Cara Menemukan Ide Kreatif dalam Berbisnis ini bisa bermanfaat insprasi bagi anda,,, 








Sumber : klik disini

GURAME BAKAR BANDEGA

Bahan Gurami Bakar :
  • Gurami, 1 ekor ( kurang lebih 300 gram ), bersihkan dari sisik dan insangnya
  • Jeruk nipis, 1 buah
  • Daun salam, 3 lembar
  • Minyak goreng, 2 sendok makan
Bumbu Halus :      
  • Cabai merah, 5 buah
  • Cabai rawit, 3 buah ( sesuai selera )
  • Kemiri, 3 butir
  • Kencur ukuran kecil, 3 buah
  • Kunyit, 2 ruas jari
  • Garam, secukupnya
  • Gula pasir, secukupnya
Cara memasak Gurami Bakar :
  1. Peras jeruk di atas badan ikan hingga rata.
  2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus dan daun salam hingga harum. Angkkat.
  3. Panggang ikan hingga setengah matang sambil sesekali dibalik. Angkat.
  4. Oles ikan dengan bumbu tumis hingga rata, panggang kembali hingga ikan matang dan bumbu meresap sambil sesekali dibalik. Angkat. Sajikan hangat dengan sambal matah.

Sumber : klik disini

GETUK UBI KEJU

Bahan Getuk Ubi Keju :
  • Ubi manis kuning, 500 gram, kupas, cuci bersih, potong-potong
  • Susu bubuk, 50 gram
  • Gula halus, 100 gram
  • Esen vanili, 1/2 sendok teh
  • Keju cheddar / lembaran, 100 gram
  • Ceri merah secukupnya, potong dadu kecil
Cara membuat Getuk Ubi Keju :
  1. Kukus ubi kuning hingga matang dan lunak. Angkat.
  2. Tumbuk ubi selagi hangat hingga halus.
  3. Tambahkan bahan lainnya kecuali keju dan ceri. Aduk rata.
  4. Ratakan adonan hingga berbentuk persegi panjang dengan tebal 2-3 cm. Potong dengan ring cutter bentuk bulat.
  5. Potong keju bentuk bulat dengan diameter lebih kecil dari getuk.
  6. Hias bagian atas getuk dengan keju dan ceri merah. Sajikan.

Sumber : klik disini